Senin, 03 Desember 2012

sebrangi sunagi citarum


Rakit yang menyebrangi antara Jalan Nanjung dan Jalan Pamentasaan sudah ada sejak tahun 1942. Rakit ini diwariskan dari kakek buyutnya secara turun-temurun hingga kini. Dari mulai buyutnya yang sudah mengais rezkinya sejak tahun 1942 hingga tahun 1964, sejak buyutnya meninggal rakit ini diwaris pada anaknya. Kemudia  n anaknya mengais Rizki sejak tahun 1996. Ditahun 1996 anaknya pun meninggal dunia. Kini rakit ini diwariskan kepada cucunya sejak 1996 hingga kini. Dahulu sebelum terbangunya jembatan yang menghubungkan antara Jalan Nanjung dan Jalan Pamentasaan, kini dienal sebagai jalan tembus dari Jalan Pamentasan menuju Jalan Terusan Taman Kopo Indah III. Pendapatan di masa yang silam mencapai Rp 300.000 perharinya itu pun di era masa tahun 40an hingga 50an, di era itu jarang sekali jembatan yang di bangun untuk menyebrangi sungai, maka hanya transportasi inilah yang dapat melewati sungai tersebut di masanya. Namun di era modern ini yang terus berkembangnya suatu teknologi dibangunlah jembatan yang menghubungkan Jalan Nanjung dan Jalan Pamentasaan. Maka sangat berpengaruh sekali bagi seorang penarik rakit. Karena dimasa modern ini jarang sekali menyebrang menggunakan rakit. Di era modern ini pendapatan seorang penarik rakit hanya Rp 10.000 hingga 20.000 saja perharinya. Itu pun jika banyak yang menaiki rakit dan cuaca yang mendukung serta kondisi volume air sungai citarum yang diaanggap aman. Apabila musim penghujan sering kali volume air di sungai citarum meningkat. Terpaksa seorang penarik rakit tidak menjalani profesinya. Jika seorang penarik rakit bekerja dengan cuaca yang tidak mendukung bisa merenggut nyawanya. 

Perkerjaan menjadi seorang penarik rakit tidaklah semudah yang bayangkan atau kita lihat. Seorang penarik rakit harus mempuyai tenaga yang cukup kuat. Karena agar bisa menyebrangi sungai citarum rakit ini ditarik melalui kabel kawat yang cukup tebal dan ditalikan dari ujung tepi ke ujung tepi lainnya. Menarik kabel kawat ini tidak lah memakai mesin, bahkan secara manual ditarik oleh tangan seorang penarik rakit, serta seorang penarik rakit harulah bisa melawan arus aliran sungai citarum yang cukup deras, jika tidak sekuat tenaga rakit akan terbawa arus sungai. Di masa modern ini hanya tinggal beberapa orang saja yang akan menyebrangi sungai menggunakan rakit. kemudian Seorang penarik rakit di era modern ini sangatlah sulit dijumpai. Pekerjaan yang sungguh mengacu adrenalin dan bahkan bisa merenggut nyawanya hanya demi mengais Rizki untuk keluarga dan anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar